"BRENTI JO BAGATE" KALU INGIN DI HARGAI

Dampak Dari Alkohol Pada Indentitas Diri Yang Sebenarnya Sejati
Berbicara mengenai Alkohol nampak terlebelkan produk minuman panas bak badan terasa hangat. Luapan keberanian sering di manfaatkan dalam kadar takaran  (bir, kesegaran, saledo merah, Saledo Putih, dan captikus). Minuman beralkohol elite sampai minuman ekonomis menjadi tingkat produtifitas diri dalam bertindak berani sampai tingkat yang lebih tinggih "Lupa Diri". Momentum inilah yang dikatakan orang Manado "Marijo Bagate". Dari gaya bahasa saja terdengar keras, apalagi dampaknya.
Apa hubunganya dengan identitas diri ? dan apa hubungannya dengan makna dihargai ?, sedangkan mereka saja para tokoh "Pengaman" sering menjadi sumber kelompok bagate.

Ijinkan saya sebagai orang yang juga sama-sama mempunyai potensi tindak bagate untuk mengulas sedikit peta konsep pikiran mengenai DAMPAK DARI ALKOHOL PADA INDENTITAS DIRI YANG SEBENARNYA SEJATI.
    "Manusia memiliki potensi kriminal, mencuri, memaki, Peminum Alkohol berat, pemakai narkoba, setia, bijaksana, hidup sehat, elegan, dan lain sebagainya. Yang jadi bahan pertimbangan, manakah yang sering kita siram sampai subur dan memiliki bunga yang enak di pandang dan mahal di jual ?"
1.    Identitas Orang tua
Indikasi bahwa seseorang bisa disebut orang tua (Pemberi nasehat) yang hebat bukanlah pada kemampuannya dalam berkata-kata. Tetapi pada kemampuannya dalam menunjukan tindakan - tindakan yang nyata.

Fakta identitas orang tua. Kebanyakan Orang Tua kehilangan identitas diri yang baik terhadap pandangan anaknya sendiri. Nyata di lihat ketika anak tidak lagi Menghargai Ayah dan Ibu jika terjerumus pada zona Minuman Keras (MIRAS). 
Dimana Identitas Orang tua ? ketika dengan lantang mengatakan "Hei kamu Anaku, jadilah anak yang menghormati orang tua, teruslah bersekolah, dan jangan ikut sepeti bapak dan ibu mu ini, tidak kuat dalam bekerja jika tidak minum minuman keras". Apa tanggapan anak jika ternyata bapak dan ibunya sering di dapati pada perkumpulan-perkumpulan orang dewasa dalam meminum minuman keras ?
Sudah jelas akan di maknai seorang anak dalam melihat identitas orang tua sebagai "penasehat" berubah menjadi "pusing amat".

Sehingga jangan heran anak - anak zaman sekarang, kebanyakan tersiram dan bertumbuh subur dengan air minuman keras. 
Jika orang tua mengatakan  "Hei Alo Brenti jo bagate" maka intervensi tersebut akan sangat berdampak positif terhadap anak jika orang tua terbukti tidak seperti itu.

2.    Identitas Pelajar
Maka berbahagialah kita yang sekarang berhenti bahkan tidak pernah melibatkan diri untuk mencoba mengkonsumsi ramuan kesombongan itu. 
Memang benar Alkohol ternyata membuat orang menjadi berani, dewasa, dan banyak teman.
Tapi jangan berbangga dulu. Mari kita uraikan faktanya.

-    Pembawaan reaksi Alkohol pada prilaku berani.
Berani diartikan pada tindakan tidak tahu malu, kurang kontrol diri, memuji diri sendiri, tidak kehilangan kendali, dan tidak takut mati.

-    Pembawaan reaksi Alkohol dalam menilai diri sebagai pribadi yang dewasa
Dewasa dalam pergaulan kumpulan peminum minuman keras ternyata bukan dewasa secara intelektual, tetapi mereka semakin dewasa dalam menyadari masadepan mereka yang mulai suram.

-    Banyak teman 
Memang benar, kalau kita peminum Alkohon pasti banyak teman. Tapi teman-teman dalam golongan ini ternyata hanya pada kelompok pembuat masalah, bukan teman kelompok memecahkan masalah.

Identitas seorang pelajar tidak lagi memiliki jabatan untuk bekopetensi ke dunia yang luar biasa, sehingga bakat dan intelektual yang terselubung tidak lagi tergalih, malah semakin tertimbun dengan prilaku dan kebiasaan yang merugikan saja.
Sekarang dunia fantasi untuk berekspresi, jika terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol maka cepat atau lambat kita sedang merusak sistem saraf yang sebenarnya berbakat.

3.    Dampak identitas Masyarakat
Ternyata jika kita mengurangi bahkan berhenti mengkonsumsi Alkohol, sedikit demi sediki kita sedang mengembalikan lagi identitas daerah kita yang sekarang sudah terlanjur tercemar ke dunia luar.
Kenapa demikia ?
Menurut hemat saya, kita khususnya  masyarakat yang ada di "Manado" selain dikenal sebagai gudang gadis-gadis cantik, ternyata popularitas peminum minuman keras sangat dikenal.  kemana-mana pasti orang mengatakan "orang menado katanya jago minum ya"
Bagai mana menurut anda ? apakah budaya seperti ini patut di pertahankan ?

Merubah identitas dari Diri sendiri berefek pada perubahan secara universal

Brenti jo Bagate kalo torang pediri dengan torang pe provinsi ingin di hargai

0 komentar:

Poskan Komentar